|
(Diskominfo-PDe Online) Meski besarnya hanya 2,5 persen dari nilai nisab, tapi apabila dikelola dengan profesional dan tepat bisa mendatangkan multiplier effect yang besar bagi masyarakat. Contohnya saja Lembaga Amil Zakat (LAZ) Swadaya Ummah Riau.
Saat ini sudah bisa menelurkan satu sekolah khusus pendidikan anak usia dini dan sebuah rumah bersalin yang digratiskan bagi kaum dhuafa. Namanya TK Islam Ceria dan Rumah Bersalin Insani. Bukan cuma itu, Swadaya Ummah sudah menelurkan unit bisnis bernama Bank Zakat yang akan mengelola zakat dengan sistem perbankan syariah.
Direktur LAZ Swadatya Ummah, Dwi Purwanto mengungkapkan, potensi zakat di Pekanbaru sekitar Rp 68 miliar pada tahun 2004. "Kalau ini dikelola dengan tepat, bisa menimbulkan multiplier effect yang besar bagi masyarakat Pekanbaru," katanya, saat menghadiri sebuah acara di Kantor Departemen Agama Provinsi Riau, Senin (15/6).
Dipaparkannya, diawal berdirinya 7 tahun silam, Swadaya Ummah hanya mengelola zakat sebesar Rp 60 ribu per bulan. Tapi kini, mampu menghimpun Rp 2 miliar dalam setahun zakat di Riau. Tercatat total sudah Rp 2,5 miliar dana zakat yang sudah digelontorkan Swadaya Ummah kepada masyarakat.
Dwi menilai, sudah saatnya paradigma berpikir masyarakat akan zakat dirubah. "Jika dulu zakat hanya dianggap dibayarkan di saat lebaran dan langsung diberikan ke orang miskin, pola ini kurang tepat, akan lebih bermanfaat jika zakat itu diserahkan ke LAZ dan nantinya akan dikumpulkan dan diolah dalam bentuk yang lain. Ini lebih bermanfaat ketimbang dibagikan mentah-mentah," katanya.
Namun Dwi masih melihat lemahnya payung hukum untuk membuat zakat bisa dikelola secara profesional. Pasalnya, masih banyak orang yang enggan membayar zakat mereka. "Zakat masih dipandang urusan pribadi, bukan keharusan. Dan dianggap tidak ada sanksi tegas yang mengikat jika tidak dibayarkan," tukasnya.
Dwi berharap dukungan pemda untuk menggalakkan pembayaran zakat. Karena Pemerintah Daerah (Pemda) punya peran strategis dan bisa mengeluarkan peraturan yang mengikat bagi masyarakat," harapnya. (much) |