Visi Riau 2020 : "Terwujudnya Provinsi Riau Sebagai Pusat Perekonomian Dan Kebudayaan Melayu Dalam Lingkungan Masyarakat Yang Agamis, Sejahtera, Lahir Dan Bathin Di Asia Tenggara Tahun 2020”�����
Main Menu
Other Menu
Arsip Berita
Kontak
Links
Disclaimer
Bukutamu
Links


















Alamat Kantor
Jl. Jend. Sudirman No.460 - Pekanbaru
KodePos : 28126
Telp
: 0761-45505
Fax
: 0761-45507
email : dkipde@riau.go.id

Search
GURU MERUPAKAN FIGUR SEORANG PEMIMPIN Print
Jumat, 20 November 2009 16:07

(Diskominfo-PDE Online) Guru adalah figur seorang pemimpin, guru juga sebagai sosok arsitektur yang dapat membentuk jiwa dan watak anak didik. Guru mempunyai kekuasaan untuk membentuk dan membangun kepribadian anak didik menjadi seorang yang berguna bagi agama, nusa dan bangsa.

"Guru bertugas mempersiapkan manusia susila yang cakap yang dapat diharapkan membangun dirinya dan membangun bangsa dan negara, tugas guru tidak hanya sebagai suatu profesi, tetapi juga sebagai suatu tugas kemanusian dan kemasyarakatan." ujar Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Riau, Drs H Isjoni Ishaq MSi Phd kepada Ragam Info, Jumat (20/11).
 
Dikatakannya, inti pelaksanaan pendidikan disekolah adalah kegiatan belajar mengajar, keberhasilan kegiatan belajar mengajar tersebut sangat menentukan kesuksesan guru dan sekolah dalam melaksanakan pendidikan. Sebaliknya ketidak berhasilan guru dan sekolah ditunjukkan oleh buruknya kegiatan belajar mengajar.
 
"Oleh sebab itu, seorang guru yang berhasil akan selalu memperhatikan hal ini, seorang guru efektif sangat memperhatikan efektivitas kegiatan belajar mengajar disekolahnya, khusunya didalam kelas," katanya.
 
Menurutnya, bila seorang guru dalam penampilannya sudah tidak menarik maka kegagalan pertama adalah ia tidak akan dapat menanamkan benih pengajaran kepada para siswa. Masyarakat menempatkan guru pada tempat yang terhormat dilingkungannya.
 
Karena dari seorang guru diharapkan masyarakat dapat memperoleh ilmu pengetahuan. "Ini berarti bahwa guru berkewajiban mencerdaskan bangsa menuju pembentukan manusia Indonesia seutuhnya berdasarkan Pancasila," ungkapnya.
 
Isjoni menambahkan, efektifikatas pembelajaran tidak bisa terjadi dengan sendirinya, tetapi harus diusahakan oleh guru melalui upaya penciptaan kondisi belajar mengajar yang kondusif. Setidaknya ada tiga langkah yang seharusnya dilakukan guru dalam menciptakan suasana belajar mengajar efektif.
 
"Tugas guru dalam bidang kemanusian di sekolah harus dapat menjadikan dirinya sebagai orang tua kedua. Ia harus mampu menarik simpatu sehingga ia menjadi idola para siswanya. Pelajaran apapun yang diberikan, hendaknya dapat menjadi motivasi bagi siswanya dalam belajar," katanya. (risa)

 
Top!
Top!