Tentang Umpan
Seorang pemburu muda tampak setengah berlari menuju pepohonan rindang. Wajahnya menunjukkan kelelahan yang begitu serius. Nafasnya masih tersengal.
Selanjutnya
Tentang Tamu
Seorang kakek sedang asyik menyisiri rambutnya di hadapan cemin ketika cucunya tiba-tiba di belakangnya. “Kakek lagi ngapain,” tanya sang cucu yang disambut sang kakek dengan senyum.
Selanjutnya
TENTANG ULAT
Seorang gadis cilik tampak asyik bermain di halaman rumah yang penuh bunga. Ada bunga mawar, melati, ros, dan lain-lain. Sesekali, ia pandangi bunga itu satu per satu. “Aih, cantiknya bunga ini!” ucap gadis cilik sambil menyentuh tangkai bunga.
Selanjutnya
TENTANG UCAPAN
Seorang turis tampak menunggu angkutan umum di tepian jalan. Sudah begitu lama ia menunggu angkutan yang bertuliskan lokasi tujuannya. Tapi, semua angkot, begitu orang menyebutnya, yang melewatinya tidak memajang dari dan kemana tujuannya. Ia hanya mendengar teriakan sang sopir dengan satu kata yang diulang-ulang: terminal, terminal, dan terminal!
Selanjutnya
TENTANG JIWA
Seorang pejuang yang paling diburu tentara elit istana akhirnya tertangkap hidup. Ia tertangkap setelah beberapa panah menembus kaki kiri dan kanannya. Namun begitu, tangan kakinya tetap dirantai dengan gembok baja.
Selanjutnya
TENTANG PENCURI
Seekor burung mahal jenis merpati pos tampak gelisah dalam sebuah sangkar besi nan indah. Tubuhnya yang elok mulai terlihat lemas. Dalam dua hari ini, ia memang tidak mau makan.
Selanjutnya
TENTANG GARIS
Seekor kuda unggulan jenis Lusiano tampak berlari santai menelusuri jalan setapak. Postur tubuhnya yang tegap dan langsing menjadikannya begitu ringan dan mantap ketika berlari. Nyaris, tak satu pun hewan di kawasan hutan lindung itu yang mampu menandingi larinya.
Selanjutnya
TENTANG SAYAP
Sekumpulan burung dara tampak berkerumun di depan sarang mereka di sebuah pohon besar di tepian hutan. Keluarga besar burung ini sepertinya sedang bersiap untuk terbang ke suatu tempat. Wajah-wajah riang menghias tingkah mereka.
Selanjutnya
TENTANG PAHALA
Seorang balita tampak memperhatikan ibunya yang masih sibuk di dapur. Tangannya begitu cekatan mempermainkan alat-alat dapur untuk disusun rapi. Sesekali, sang ibu kembali sibuk mengaduk-aduk masakan yang berada tak jauh dari tempatnya berdiri.
Selanjutnya
TENTANG GEMBALA
Seorang anak penggembala begitu asyik menikmati hijaunya padang rumput dari atas punggung seekor kerbau. Sesekali, ia menepuk punggung sang kerbau yang berjalan lambat mengikuti kendalinya. Kemana pun arah yang dituju si anak gembala, kerbau mengikuti dengan berjalan lambat, berhenti sebentar, dan berjalan lagi.
Selanjutnya
TENTANG PEMIMPIN
Tiga anak remaja tampak bersemangat berjalan beriringan dengan ayah mereka di sebuah jalan desa yang dikelilingi tumbuhan nan hijau. Sesekali, mereka tampak berhenti sebentar untuk istirahat, kemudian berjalan lagi.
Selanjutnya
TENTANG BEBAN
Tak ada yang menjadi pemandangan paling aneh untuk seisi penghuni di sebuah hutan selain tingkah seekor orang utan. Kemana pun ia pergi, dan kepada siapa pun ia berjumpa, selalu saja di pundaknya terpikul sebuah keranjang besar.
Selanjutnya
TENTANG AIR
Seekor anak rusa tampak berlari kecil di tepian sungai. Ia melompat dari bebatuan satu ke bebatuan lain yang berserakan di sepanjang sungai. Rasa dahaganya yang begitu tak tertahankan tidak melunturkan niatnya untuk mencari mata air yang jernih. Karena di situlah, ia dan ibunya biasa minum.
Selanjutnya